CERITA DEWASA PEKERJAAN KU YANG BERUJUNG KENIKMATAN

CERITA DEWASA PEKERJAAN KU YANG BERUJUNG KENIKMATAN

CERITA DEWASA PEKERJAAN KU YANG BERUJUNG KENIKMATAN – Pagi itu Veronica berdandan lebih lama dari biasanya.Veronica, itu namaku, di usiaku yang 31 ini aku sudah lama tidak keluar dan bekerja di dunia malam selain di rumah tangga.Beberapa tahun Veronica hanya mengurus anak, sehingga terkucilkan dari dunia luar.Kini anakku sudah cukup besar, sehingga bisa kutitipkan ke orang tuaku.Hari ini tampilanku harus jauh lebih dari biasanya..kukenakan sepatu hak tinggi yang lama di lemari.Rambut ku ikat keatas dengan rapi bak pramugari.Kukenakan tank top putih , kusemprotkan sedikit minyak wangi kesukaanku, lalu kudobel dengan blazer.Kugunakan lipstik pink muda secukupnya, hanya untuk membuat bibirku tampak basah.

CERITA DEWASA PEKERJAAN KU YANG BERUJUNG KENIKMATAN

“hmmmm … masih luVeronican” ..sambil memegang perutku yang masih rata lalu tanganku menulusuri ke pinggangku.Kemudian aku berputar melihat pantatku di balut ketat oleh celana dalam g-string warna coklat tua. Sengaja kukenakan G-string agar garis celana dalam tidak nampak di rok-ku.Lalu kemudian aku mencoba menggunakan stocking agar tampak profesional sebelum akhirnya kupakai rok ukuran sepaha warna hitam.
”hari pertama diterima kerja di perusahaan besar, aku tidak boleh gagal !”Maka berangkatlah aku naik taxi ke pusat kota.Suami Veronica hanyalah karyawan kecil dengan gaji kecil, selama ini ekonomi keluarga cukup sulit.Dan Veronica punya ambisi untuk mencari uang sendiri, perdebatan panjang dengan suami mengenai bagaimana istri bekerja dengan penghasilan lebih besar sudah terjadi berkali kali, sampai akhirnya Veronica diijinkan.Banyak janji terucap agar dirinya diijinkan bekerja. Seperti
“Nanti gajiku akan bisa menopang uang makan sehari-hari, dan gajimu buat ditabung membeli mobil atau rumah”
“Nanti aku tidak akan lagi minta uang saku dari kamu” dll dll dll.Karena itu Veronica tidak boleh gagal sedikitpun, apalagi setelah diterima kerja dengan gaji 3 kali lipat gaji suaminya.Sesampai di kantor, Veronica sudah kebingungan.. aduh aku harus menemui siapa ya.katanya aku akan ditraining hari ini. ‘haduuh aku terlambat 30 menit lagi… gara-gara demo demo itu sih’.
“Permisi mbak , saya staf marketing yang baru, hari ini saya akan di training.. dengan pak…siapa ya..saya lupa”
“Nama siapa?” tanya front desk officer dengan ketus…
“Nama saya Veronica”
“Oooo Veronica… tadi sudah ditunggu sama trainernya 30 menit lalu, tapi karena lama ga muncul di tinggal keluar dulu, hari pertama ya?”
“Iya mbak”
“Hari pertama koq telat sih..”
“Iya tadi macet mbak..”
“Yaah…selamat deeeh..”
“Gimana mbak..maksudnya gimana ?”
“Yaa…gini…dulu pernah juga ada yang terlambat hari pertama masa percobaan, langsung dihentikan”Deg !Jantungku serasa berhenti sejenak.“Aduuh masak gitu sih mbak”
“Ditunggu aja nanti trainernya balik ya, dia yang menentukan, bukan saya”Sembari duduk menunggu 2 jam lamanya.Veronica terus memutar otak akan apa yang terjadi, membayangkan seribu skenario yang mungkin akan terjadi. Tapi satu hal yang paling ia takuti yaitu kalau dia dipecat.Akhirnya muncul seorang bapak di depan kantor, penampilannya cukup macho dengan celana panjang dan T-shirt hitam membuat lengannya dan lekuk otot lengannya keliatan.Dan staf front desk itu menyapanya
“siang pak, ini tadi staf baru yang bapak tunggu setengah jam”
“asem bener ini staf front desk, pakai bilang tunggu segala”Segera aku berdiri dan bersalaman..“siang” jawab bapak itu singkat.
“mari ikut saya”Segera ku ambil tasku dan berjalan mengikutinya melalui staf2 lain turun lift kemudian melewati lorong lorong sepi sampai di sebuah ruangan cukup besar. Ditengahnya ada meja panjang dikelilingi kursi, dan disekeliling ruangan banyak alat kesehatan yang dipajang berputar mengelilingi ruangan.
“Duduk” perintah bapak itu.Segera aku duduk.Dia memandangku..dan aku terdiam memandang balik tatapan tajamnya.
“Kamu tidak minta maaf ?! kamu membuat saya membuang waktu, waktu itu sangat berharga, apakah kamu menghargai waktu?”
“ehh..iya..pak..saya minta maaf..tadi saya terlambat karena jalannya macet ada demo”
“Tidak perlu menyebutkan alasan! minta maaf secara tulus tidak perlu alasan”
“ehh..iya pak maaf..” dengan suara mulai gemetar.
“Kamu ingin kerja disini kan? seberapa jauh kamu ingin mempertahankan pekerjaanmu disini? kamu tau, saya sempat berpikir kamu punya potensi, bahkan bisa saya promosikan jadi supervisor dengan gaji 2x lipat sekarang, tapi kalau gini… ”
“Saya sangat ingin kerja disini pak, sungguh mati saya niat kerja pak, tolong kasih saya kesempatan pak, saya tidak bisa pulang kalau saya gagal pak.. saya sungguh akan malu” mata Veronica berkaca-kaca.
“Oke, saya kasih kamu kesempatan, tapi jangan sia-siakan kesempatan ini, kamu tau nama saya siapa? jabatan saya apa?” sambil tetap berdiri memandang tajam ke Veronica.
“Ehh.. pak Andre..”
“NGAWUURR! nama saya pak Denis Lukito, jabatan saya direktur Marketing, masak kamu lupa nama atasan kamu, kan dulu sudah dikenalkan HRD, wah repot..nama customer bisa bisa kamu lupakan nanti”
“tidak pak…saya akan ingat ingat baik baik” Pak Denis hanya memandang terdiam..Tiba – tiba
“Saya tidak bisa memberi kamu kesempatan lagi, sebaiknya kamu keluar aja”
“Paak.. tolong pak…jangan pak…saya harus bekerja disini pak. Saya yakin saya pasti bisa asal dikasih kesempatan”
“Kesempatan sudah saya berikan” Kata pak Denis.
“Tolong pak saya bersedia melakukan apapun asal jangan dikeluarkan pak”
“Kamu yakin ? karena bekerja disini memang membutuhkan tuntutan yang tinggi, di imbangi dengan gaji yang tinggi”
“iya pak, saya mohon pak, disuruh apa aja saya siap”
“Oke kalau gitu, coba kamu jelaskan dan peragakan cara penggunaan semua produk disini”.Segera Veronica berdiri dan mendekati alat peraga yang ada nomor 1, sebuah baju operasi.Pak Denis memandang tubuh Veronica dari ujung kaki sampai kepala..’mmm sexy…’
“Ini adalah baju operasi yang digunakan ketika pasien akan di operasi”
“Dan ini adalah alat radiologi sejenis rontgen” lanjut Veronica.
“Sebentar… Veronica, kamu lepas blazermu, saya alergi bahan kain seperti blazermu itu bikin hidung saya gatel”
“Oh..maaf pak” segera aku melepaskan blazerku dan kusimpan dalam tas.Hanya menggunakan tanktop dan rok sepaha membuat Veronica tampak makin sexy..kulitnya yang putih makin terlihat, bahu dan lengannya tampak menggiurkan, dalam hati pak Denis mengaggumi ibu 1 anak ini.
“Ya lanjutkan!”
“Baik… ini adalah tiang untuk menggantungkan alat infus..ujung atas ini untuk mengkaitkan botol infusnya”.Sambil menunjuk ke atas, tampak lekuk badan Veronica memang sexy, ketiaknya putih bersih, dan dadanya membusung ketika Veronica menggapai ke atas.
“Sedangkan ini, adalah kursi untuk wanita melahirkan, posisi kaki diletakan di atas sini dan wanita yang akan melahirkan”
“Kalau ini , ini adalah temperatur untuk mengukur suhu badan, paling akurat bila digunakan di rectal atau di anus”
“ini untuk memeriksa pap smear..atau memeriksa liang memek”
“STOP !! Saya minta kamu memeragakannya, tidak hanya menunjuk nunjuk dan ngecipris, kamu harus tunjukkan cara penggunaannya agar customer jelas saat kamu presentasi,
“Sekarang ulangi dari awal” perintah pak Denis… darahnya berdesir melihat body Veronica yang mulus dan sexy…pahanya..dadanya..lekuk lengannya..lehernya …ketiaknya…semua menggiurkan.
“Kamu coba peragakan baju operasi itu”
“Begini pak ?” sambil memasukkan satu tangannya ke lubang baju hijau itu..
“MANA BISA KAYAK GITU !” pak Denis segera berdiri dan menghampiri.Tangannya memegang bahu Veronica..meraba kulitnya yang mulus dan empuk..
“LIHAT INI..BAGIAN DALAM BAJU INI DIRANCANG KHUSUS ! untuk langsung menempel kulit sehingga tidak akan jatuh atau tertiup walaupun tanpa diikat, jadi kamu harus lepas bajumu. itu ada tempat ganti” sambil menunjuk pojok ruang yang di tutupi selambu.Aku berjalan kesana sambil berpikir…
’aku harus berhasil, aku harus berhasil’tanpa pikir panjang dibalik kelambu itu kulepas tangtopku..kemudian aku berpikir lagi
‘Apa BH ku juga harus aku lepas?…kalau harus menempel kulit berarti harus dilepas, karena bagian punggungnya terbuka sama sekali.Maka kulepas saja BH itu.Sementara diluar selambu, pak Denis sedang melihat pemandangan luar biasa.lampu terang dibalik selambu itu malah membuat isi dalam selambu terlihat cukup jelas dari luar.. dari dalam malah tidak bisa melihat keluar.
‘Wow…susunya terlihat remang2 dibalik selambu…mmmm putingnya samar samar keliatan … susunya kenceng juga keliatannya’ guman pak Denis.Veronica keluar dari balik selambu menggunakan baju operasi hijau menempel bagian atas tubuhnya… unsur dingin seperti air pada baju yang menempel kulitnya membuat putingnya menegak.. dan karena baju itu ternyata menempel erat bagian depan tubuhnya, bentuk dan lekuk tubuhnya keliatan sangat jelas. Seperti di cetak atau seperti mengenakan baju tipis yang basah…
“Coba kamu jelaskan, apa kelebihannya dan tunjukkan !”Veronica sudah belajar banyak soal produk produk ini, walaupun belum hafal seluruhnya tapi dia ingat mengenai kelebihan baju ini..
“Ini pak, tidak perlu lama lama mengikat bagian belakangnya… seperti bisa dilihat bagian belakangnya terbuka tanpa tali.. sehingga proses operasi bisa langsung dilakukan” Punggung Veronica bisa dilihat jelas oleh Denis, dia juga bisa melihat bekas tali beha yang membekas di punggung Veronica. Lekuk punggungnya mengalir kebawah dan hilang dibalik rok hitam Veronica.
“Semua ditopang dibagian depan dimana ada gel yang mudah menempel kulit tanpa membuat kulit iritasi” lanjut Veronica.Pak Denis tersenyum tipis melihat lekuk toket Veronica, ia bahkan bisa melihat lekuk puting Veronica.
“Sekarang coba kamu peragakan kursi untuk melahirkan itu!”
“Ehh..baik pak, saya ganti dulu ya pak?”
“Tidak perlu, jangan buang waktu”
“Ya pak” sembari berusaha naik ke kursi melahirkan yang agak tinggi itu, posisi kursinya miring, sehingga begitu duduk langsung Veronica terjatuh tersandar di kursi dan kakinya menggantung. Tapi bukan disitu posisi kaki yang seharusnya. Dia masih harus menaikkan lagi lebih tinggi. Dengan posisi paha menjepit Veronica meletakan kakinya lebih tinggi di tempat kaki yang ada ditengah. Veronica berusaha menutupi isi roknya dengan cara menekan roknya.Pak Denis berdiri dan mendekat begitu kaki Veronica sudah naik ke posisinya.
“Kamu lupa menjelaskan bahwa tangan ibu hamil dapat berpegangan di atas sini, sehingga mempermudah proses melahirkan!” sambil mengarahkan kedua tangan Veronica ke atas di atas kepalanya dimana disana ada pegangan. Mata pak Denis melirik lekuk ketiak Veronica yang tampak sexy. Posisinya tampak pasrah tak berdaya.
“Dan ini harusnya tombol ini ditekan!” lanjut pak Denis.Tombol itu mengerakan posisi kaki yang tadinya keduanya ditengah, sekarang melebar..
“Eh..” Aku kelabakan ketika tiba tiba kedua kakiku ditarik melebar, dan tampaknya pak Denis tidak berhenti berhenti menekan tombol itu,sampai kedua kakiku terbuka 130 derajat mekangkang.Rokku yang berusaha kutahan otomatis terdorong naik oleh pahaku sendiri ke arah pinggang, dan bagian bawah rok-ku terdorong sampai ke pantatku.Celana dalam G-stringku pasti keliatan jelas bila pak Denis berputar kearah sini.Dan benar… pak Denis berjalan santai memutari kursi dan berhenti pas di depan selakanganku yang terexpose.
“hmmm… ” sambil memandangi dengan leluasa paha mulus Veronica… melihat pori-porinya yang merinding…dan selangkangan Veronica, gundukan kecil ditengah yang hanya tertutup kain pas hanya menutup bibir bawah Veronica.Dalam hati pak Denis mengguman
‘ WOW… sexy sekali… dan apa itu..ada basah-basah di selangkangannya..dan kayaknya ada spot basah di celana dalamnya, apa dia juga terangsang?’Pak Denis melirik ke arah ibu Veronica yang sedang menutup matanya.. mungkin ia malu.Segera pak Denis mengeluarkan HP cameranya dan klik.memotret selangkangan Veronica lengkap dengan wajah Veronica yang sedang menutup wajahnya.Tanpa menurunkan Veronica dari posisinya pak Denis melanjutkan dengan memberikan termometer anus..
“sekarang coba peragakan cara penggunaanya, ingat saya mau kamu peragakan !”Veronica membuka matanya dan melihat termometer di tangannya..
‘aduuh ini kan Rectal termometer’ pikirnya dalam hati.’apa baiknya aku pura-pura salah aja ya? tapi nanti bisa-bisa aku dipecat, kalau aku dipecat bagaimana pembayaran cicilan rumah, mobil, bisa-bisa disita semua, dasar .. semua ini gara-gara suami tak berguna !’
“Begini pak” sambil berusaha mengarahkan termometer itu ke ketiaknya dan dijepitnya.
“BUKAAN ! Mana bisa itu dijepitkan disana ! jelas itu salah.. Kamu mau keluar dari pekerjaan ini ? atau kamu mau belajar cara yang benar ??, kalau kamu mau saya akan mengajari cara yang benar.” Pak Denis ingin memastikan apakah dia bisa melanjutkan permainan ini atau tidak.Veronica sambil mengangguk dan memandang pak Denis menjawab dengan suara pelan
“Saya mau belajar pak, saya siap”.
“Ini adalah rectal thermometer , kamu lihat ujungnya yang lebih gemuk dari biasanya dan lihat ujungnya yang tercover dengan stainless steel tampak lebih panjang.. saya akan tunjukkan cara pakainya” Sambil pak Denis memegang kedua paha Veronica dan mendorongnya mengkangkang lebih lebar.Pak Denis melirik Veronica ingin melihat responnya. Nampaknya Veronica sudah pasrah… ia hanya memejamkan mata dan nafasnya tampak lebih cepat, bibirnya dikulum kedalam.
“Saya harus mendorong celana dalam ini ke samping..ehm..” diselipkannya jari telunjuk dan jari tengahnya ke dalam karet celana dalam g-string Veronica, dan kemudian ditariknya kesamping
‘WOW !!’ dalam hati pak Denis terkagum melihat pemandangan luar biasa dimana tampak rambut-rambut kemaluan Veronica ditengahnya nampak dua gundukan bibir memek Veronica yang mengapit sebuah butir itil, ditengahnya keliatan lubang kenikmatan itu, tampak basah, bahkan ada cairan bening mengalir ke bawah melalui tengah-tengah cepitan pantat putih Veronica, cairan itu berhenti pas di anus Veronica yang berwarna krem muda.
Veronica nampak terengah-engah, sensasi dalam kondisi tak berdaya dibawah otoritas pak Denis yang berkarisma membuat dia terangsang. Jari pak Denis entah sengaja atau tidak , sembari menarik celana dalamnya juga menyentuh bibir luar memek Veronica.Mata Veronica sayu menatap pak Denis yang sedang membasahi ujung thermometer ludah di mulut pak Denis.
Kemudian pak Denis menunduk sedikit, mengarahkan thermometer itu ke anus Veronica dan ketika ujung thermometer yang dinginitu menyentuh kulit anus Veronica, Veronica sedikit melompat dan kakinya menegang..
“Veronica, ini satu pelajaran yang penting kamu harus dengar, bila pasien sedang tegang maka termometer akan sulit masuk, jadi sebaiknya di relax-kan dulu, begini caranya” Pak Denis mengambil kursi dan duduk pas didepan selangkangan Veronica kemudian… jari telunjuk pak Denis yang sudah basah dengan ludahnya sendiri di gosok gosokan memutar mengelilingi anus Veronica yang menegang dan menjepit erat.Gerakan jari-jari nakal pak Denis ternyata membuat Veronica merasakan sensasi nikmat yang berbeda.. mulutnya sedikit terbuka, dan nafasnya tersengal sengal.Telunjuknya terus berputar sambil menekan-nekan anus Veronica.Kenikmatan yang dibuatnya membuat Veronica semakin relax dan menerima jari itu, anusnya semakin renggang dan jarinya semakin bisa menekan lebih jauh.Setelah 2 putaran
‘bleeess’ jari itu masuk. Dan Veronica melenguh
“Uhhhmm”, tubuhnya mengeliat, dadanya membusung sebentar.Melihat itu pak Denis tidak menyia-nyiakan kesempatan, langsung saja dia mendekatkan wajahnya ke memek Veronica yang sudha basah itu, dan mencium aroma-nya yang wangi sebelum kemudian menjilat itilnya.
”uuuummmmhhh” Veronica semakin mengeliat, dia berusaha melihat kebawah dan melihat kepala pak Denis sudah berada diantara kedua kakinya, sekarang dia tahu itu lidah pak Denis.
“Jangan..pak Denis…” suaranya lirih hampir tak terdengar.. dirinya juga ragu.Pak Denis meneruskan memainkan lidahnya di itil Veronica. Veronica kelonjotan nikmat dari lidah pak Denis membuatnya lupa diri.Sementara menjilati jari telunjuk pak Denis masih terbenam dan dijepit oleh anus Veronica.Jari itu bergerak maju mundur. Jilatan pak Denis semakin intens dan terkadang dihisapnya itil Veronica.
“ahhh…ohhh my… sshhh ahhhh”
“uhhhmmmmmmhhh mmmhhhh” Veronica terus mendesah dan melenguh tak tertahankan.Sampai akhirnya orgasme itu meledak di dalam tubuhku…
“ummmmhhhhhhhh haaaaahhhhhhh ahhhhh achhhhh” tubuhnya kelonjotan meliuk-liuk..tapi pak Denis tak berhenti dan itu membuat Veronica semakin menyentak nyentak kenakan…sampai akhirnya rasa nikmat itu terganti dengan rasa geli yang luar biasa…
“Stooppp dulu pak …jangaaan…geli….” sambil tangan berusaha mendorong kepala pak Denis.Pak Denis segera berdiri dan berjalan ke samping Veronica bersandar, segera ia buka celana panjangnya dan menarik keluar Kontolnya yang sudah tegang dan berdenyut dari tadi. Diarahkannya kontol itu ke wajah Veronica.Veronica seperti terhipnotis dengan Kontol yang tegang dan berurat itu, segera dipegangnya dan dielusnya, ia mengaggumi bentuk dan ukurannya yang jauh berbeda dengan milik suaminya.Pak Denis yang sudah tidak sabar merasa tidak cukup dengan elusan tangan Veronica.Ia memegang kedua pergelangan tangan Veronica dan menekannya dan menahannya dengan satu tangan di atas kepala Veronica.Pak Denis ingin agar dia di sepong, tapi setelah melihat Veronica dalam posisi seperti itu ia terhenti untuk mengagumi wajah Veronica lekuk lehernya..bahunya yang keliatan putih mulus dan ketiaknya yang bersih…hmmmmm, pak Denis lalu menunduk dan mencium bibir Veronica, menjilat bibirnya dan terus menjilat turun ke leher Veronica sampai ke ketiak Veronica…ia menciumi aromanya dan kemudian menjilat dengan rakus…sesekali di hisapnya dan diciumi, daerah ini ternyata sensitive buat Veronica, seperti ada setrum yang mengaliri badannya dan mengalir memerintahkan memeknya untuk mengeluarkan cairan lendir kenikmatan,Pak Denis yang merasa terganggu dengan baju rumah sakit itu, dengan satu sentakan pak Denis menarik lalu melempar baju itu ke lantai.Ketika baju itu ditarik, Toket Veronica serasa ditarik sesaat kemudian dilepas lagi, bahkan toketnya masih bergoyang sesaat kemudian.Pak Denis berhenti sembari berdiri untuk memandangi tubuh wanita setengah telanjang dihadapannya, toketnya membulat nampak begitu ranum, dan puting kecoklatan warna khas orang asia, kulitnya putih mulus dan perutnya tak nampak seperti seorang ibu, kakinya mulus dengan posisi mengkangkang di atas pegangan kursi yang memang di desain utk orang melahirkan.Ia lalu menunduk lagi, kali ini sasarannya adalah puting yang dari tadi hanya dia lihat dari balik baju, kini bisa ia rasakan di dalam mulutnya… bisa ia kulum dan bisa ia hisap sepuasnya.
’Shhhh…ccrrrrppp…cruup…crrreepp’ hisapan-hisapan pak Denis menimbulkan bunyi-bunyian yang terdengar nikmat.Bunyi itu diikuti lenguhan wanita yang dihisap putingnya
“ummmmmmmhhhhhh ohhh…uhhhh….shhh ahhh”
‘Crrrup srrrp ssshhhep’ puting Veronica dijilat dikulum di mainkan dengan lidah didalam mulut pak Denis.Memek Veronica semakin basah…lendirnya terus diproduksi karena rangsangan rangsangan pak Denis dan memek itu serasa ingin disentuh, ingin di perhatikan dan di masuki.Tapi pak Denis masih ada rencana lain, dia berdiri tegak dan masih menahan kedua tangan Veronica diatas, ia mengarahkan kontolnya ke arah bibir Veronica dan mengosokannya di mulut Veronica.Veronica dengan pasrah memiringkan mukanya sambil membuka mulutnya dengan mata merem melek memandang pak Denis,Pak Denispun segera mendorong kontolnya masuk ke mulut hangat Veronica.
“OHHHH ENAK … MULUTMU ENAK BANGET…”
“Crrrp …ssrrrpp…crrp crpp” pak Denis mendorong maju mundur kontolnya, seperti sedang mengentot mulut Veronica.Dan semakin lama kontol itu masuk semakin dalam..menyundul tenggorokan Veronica, padahal baru 3/4 dari ukuran semuanya yang masuk, tapi sepertinya Veronica sudah agak kelabakan..
“Emmmhhh” sesekali Veronica seperti protes berusaha mundur menarik nafas..tapi hanya sesaat kemudian pak Denis kembali mengobok mulut Veronica dengan kontolnya maju mundur.Kali ini dengan tangan satunya memegang rambut bagian belakang kepala Veronica, ia menahan kepala Veronica agar tidak mundur, dan mendorong kontolnya masuk seluruhnya..sampai hidung Veronica terbenam diantara jembut pak Denis. Kontol itu masuk ke tenggorokan Veronica dan tenggorokan itu seakan memijatnya ketika Veronica tersentak-sentak ingin menarik nafas.
“Ugghh” Kenikmatan luar biasa membuat pak Denis mengulang-ulangnya..sampai air liur Veronica menetes netes dan membasahi kontolnya.Kemudian pak Denis mengambil posisi berdiri di antara selangkangan Veronica. Ia menarik lagi g-string Veronica, kali ini dengan kasar sampai talinya putus.. dan melemparnya ke lantai.Ia lalu menggesek-gesekan kontolnya ke itil Veronica yang masih berdenyut nikmat.
“uhhmmm” Veronica masih merasakan sedikit geli tapi enak.kemudian dengan satu sentakan pak Denis membenamkan Kontolnya kedalam lubang memek Veronica yang segera menjepitnya…
“ORRHHHHHHH” lenguh pak Denis , diiringi desahan Veronica
“uhhhhhmmmmmmhh”Pak Denis mengentot Veronica dengan sentakan sentakan sampai toket Veronica turut bergoyang, melihat itu pak Denis yang gemas meremas toket kiri Veronica dan memilin puting toket kanan Veronica.
“aaahhhhh”
“OHHH YESSS…VERONICA…NIKMAT SEKALI”
“ceplak..ceplak..crp” Bunyi pinggul pak Denis menghantam pantat kenyal Veronica.
“Ohhhh…pak Sig…git…uhhmmmm ahhh”Puas memilin puting toket Veronica, pak Denis ganti meremas-remas pantat Veronica, sesekali di ceplesnya pantat itu
“PLAAAK”
“Aaach” Kemudian pak Denis menggosok-gosokan jempolnya di belahan pantat Veronica sambil terus mengeluar masukkan Kontolnya yang keras ke dalam lubang memek Veronica yang hangat dan basah.Jempolnya menemukan area lunak yang sedikit keriput di antara belahan pantat Veronica, ia kemudian menekan jempolnya disitu..sampai jempol itu masuk ke lubang pantat Veronica…
“aaaccchhhh..”
“OH YESSS !!”
“Ceplak crrrp crrp, PLAK!”
“oucchhh” Veronica mengeliat geliat dan mendesah desah, kedua tangan Veronica memegang kedua toketnya, karena goyangan yang begitu dahsyat membuat tubuh Veronica tersentak sentak oleh dorongan pak Denis.
“OHH YESSSHH…I’m fucking you ibu Veronica”
“pak..si..git…uhhh”Tiba-tiba pak Denis memperlambat ritme dan menarik keluar kontolnya yang basah dengan lendir Veronica. dan mencabut jempolnya dari lubang pantat Veronica.Ia mengarahkan kontolnya ke lubang Veronica yang belum pernah dientot orang dan ketika kepala kontol itu menekan lubang itu…Veronica tidak meronta..ia hanya menurunkan tangannya untuk mengosok itilnya sendiri.Kepala kontol itu pelan pelan masuk ke anus Veronica, dan sekarang sudah tidak nampak lagi dari luar.
“OHHHHH… RAPET BANGET…KAMU CANTIK SEKALI VERONICA!”
“uhhhhhhhhhhhhhhh aaahhhhhh” dan pak Denis mendorong masuk keseluruhan kontolnya.Pak Denis memulai dengan gerakan-gerakan maju mundur kecil dan semakin lama semakin besar gerakan mengentot itu.
“Aaahhhhh…uhhhhhhhhhhh” baru kali ini Veronica merasakan pantatnya di entot. Seringkali suaminya minta untuk main anal, tapi ia tidak pernah mengijinkan. Kali ini dengan pasrah dan lepas kendali ia dientot oleh atasannya.Veronica terus memainkan itilnya, dan pak Denis terus mengentot Veronica sambil menunduk tangannya meremas toket Veronica yang putih montok dan mulutnya mengulum,menyedot putingnya. Sensasi yang ditimbulkan tak tertahankan lagi bagi pak Denis dan Veronica.Bersamaan mereka mencapai puncak orgasme!
“OOOOOHHHHHHHHH HHHHH FUCK YOU VERONICA!! I LIKE YOU !! ARRRHHHH”
“uhhhhhmmm shhhhh Ohhh enaaaaaaaaachhhhh uhh hehh haahh” Veronica mengeliat geliat merasakan orgasme yang luar biasa, mulutnya terbuka dan matanya terpejam.Pak Denis menyemprotkan cairan sperma hangat di dalam pantat Veronica..
“ahhhh hahhh…uhhhh ahhh” mereka berdua terengah-engah dan badan pak Denis menindih badan Veronica…keringat mereka saling menyatu.Pak Denis bisa mencium aroma wangi Veronica bercampur dengan aroma sex mereka.Kontolnya masih didalam anus Veronica dan pelan pelan melunak sampai akhirnya kontol itu keluar dengan sendirinya…cairan spermanya juga ikut tumpah menetes dari anus Veronica yang masih berdenyut denyut.Pak Denis lalu berdiri mengambil HP-nya di meja dan memotret Veronica yang telanjang bulat dan penuh keringat, dari lubang pantatnya tampak putih-putih cairan yang keluar..
“Jangan pak !” Veronica berusaha menutup wajahnya, tapi sudaah terlambat, foto itu sudah diambil.
“Mulai sekarang kamu saya angkat jadi sekretaris saya! dan gajimu akan saya ajukan kenaikan 2 kali lipat”Veronica berusaha berdiri tapi kakinya masih lunglai, ia berdiri sambil bersandar dikursi melahirkan itu
“terima..kasih..pak”Ada rasa lega sekaligus kuatir di dalam dirinya.Veronica memunguti pakaiannya, sementara pak Denis hanya perlu memakai kembali celananya.Setelah itu pak Denis mengeluarkan satu stel pakaian dari lemari dan kemudian diletakan di atas meja tengah.
”Itu seragammu! lepas semua rok dan celana dalammu, disitu sudah ada lengkap dengan dalamannya, semua baru dan bersih, AYOO CEPAT… KITA DITUNGGU MEETING SEKARANG”
“Besok dan seterusnya, kamu akan masuk ke ruangan ini dan berganti baju seragammu, semua akan sudah disiapkan di loker itu, pulangnya kamu boleh ganti baju kamu lagi, tinggalkan saja baju seragammu di loker, akan ada yang mencucinya”
“iya pak”.. segera Veronica berganti dengan baju seragam yang baru diberikan..Setelah semua dipakai aku tidak bisa melihat diriku sendiri, karena disana tidak ada cermin besar. Tapi aku merasa sedikit kurang nyaman dengan rok ini, benar-benar rok mini, hanya satu setengah jengkal dari pusarku. Aku sudah berusaha menariknya tapi memang ukurannya hanya segitu, kalau untuk pinggangnya karena ada karetnya, jadi tentu nyaman saja, hanya mini-nya ini bener bener dech.. udah gitu bagian samping rok kanan dan kiri ada slit (belahan) dengan ukuran setengah jengkal.Bajunya cukup bagus, tapi kutungan, dibagian tengah ada kerah yang cukup lebar dengan belahan agak rendah, push up bra yang tersedia malah membuat belahan dadaku semakin ditonjolkan.
Kainnya putih dan cukup tipis.. beha hitam yang kupakai sedikit menerawang dari depan maupun belakang. Pusarku saja samar-samar juga terlihat.Tapi tidak ada waktu lagi, karirku baru saja dimulai dan aku harus menyelamatkan seluruh keluargaku dari bencana keuangan di tengah krisis ini. Ambisiku untuk menjadi kaya sangat besar, dan ini mungkin pengorbanan yang diperlukan untuk mencapai puncak kesuksesan.
“VERONICA !” lamunanku terburai karena panggilan pak Denis.Meeting pertamaku.di ruangan itu ada 8 orang lain yang sudah duduk.Dan meeting itu dipimpin oleh pak Denis, ternyata pangkat dia tinggi juga.Semua nampak hormat sama dia, lebih dibilang menjilat. Beberapa cowok melirik terus ke pahaku, aku memang kesulitan menahan belahan rok untuk membuka ketika duduk, sehingga rok yang sudah mini ini makin terbuka aja.Tapi semua berjalan lancar. Dan aku sudah dikenal sebagai sekretaris pribadi pak Denis.

CERITA DEWASA | SITUS POKER ONLINE

 


vimax